Seminar Sehari "Pelayanan Radiologi Berbasis Akreditasi Rumah Sakit KARS 2012"


read more →

Digital Radiography (DR)

Digital Radiography  (DR)  merupakan pencitraan sinar-x , dimana sensor-sensor sinar-x digital digunakan menggantikan teknik screen-film radiography (SFR). Procesing kimiawi teknik screen-film radiography (SFR) digantikan system komputer yang terhubung dengan monitor sebagai output device dan printer thermal atau laser film.  Digital Radiography (DR) dapat dikategorikan menjadi  dua yaitu Computed Radiography (CR) dan Direct Radiography (DR). Computed Radiography dikenal dengan istilah indirect radiography, kaset yang berisi screen-film digantikan dengan kaset yang berisi image plate (IP). Direct Radiography (DR) atau Digital X-Ray (DX) pada dasarnya pengambilan gambar x-ray tanpa film.
Teknologi digital radiografi dilakukan dengan tujuan meningkatkan mutu kualitas radiograf, menurunkan paparan radiasi ke pasien yang tidak berguna akibat terjadi pengulangan foto pada teknologi analog. Pemanfaatan teknologi digital radiography berdampak pula pada mutu  pelayanan radiologi yaitu waktu tunggu hasil pemeriksaan menjadi lebih cepat. Waktu tunggu  pemeriksaan radiologi lebih cepat tentunya menjadi solusi masalah utama yang dihadapi bagian radiologi, yaitu hasil pemeriksaan yang dirasa masih  memerlukan waktu tunggu yang lama.

Pengembangan ke depan teknologi ini akan diintegrasikan dengan suatu system yang dikenal dengan istilah Picture Archiving and Communication System (PACS)  dan teleradiologi. PACS adalah sistem penyimpanan dan distribusi gambar radiologi secara komputer yang dapat terintegarasi dengan Radiology Information System (RIS) selain distribusi gambar juga hasil pemeriksaan serta administrasi radiologi mulai pendaftaran hingga billing dapat dilakukan pada satu sistem. Akhir dari proses dari sistem digital radiography adalah integrasi semua dengan sistem informasi rumah sakit atau Hospital Information System (HIS). Hingga tujuan utama pemanfaatan digital radiography dapat tercapai yaitu pengurangan  film sebagai hard copy (filmless), efisiensi biaya produksi radiologi, pengarsipan lebih baik dan yang utama hasil pemeriksaan radiologi dapat diakses cepat hingga mutu pelayanan meningkat. Semua proses ini tentunya akan sejalan dengan misi akreditasi rumah sakit versi KARS 2012 dan JCI edisi ke-5 2014.



read more →

Acara Seminar & Musyawarah Daerah PARI SulSel Tahun 2015

 Assalamu alaikum....., Sejawat Radiografer

Dengan memohon ridho Allah SWT, mulai saat ini kami Perhimpunan Radiografer Indonesia (PARI) pengurus daerah Sulawesi Selatan ingin selalu berbagi dengan sejawat Grafer sekalian melalui wahana ini...

Sebagai Laman pembuka kami akan publish tentang acara  yang telah kami buat pada tanggal 16-18 Oktober 2015 kemarin. Dengan tema  "Going To Digital"


read more →
Copyright © 2016 Perhimpunan Radiografer Indonesia (PARI) - Sulawesi Selatan